Antisipasi Bencana, Babinsa Koramil 08/Adipala Ikuti Sosialisasi Pemantauan dan Penyebarluasan Informasi Potensi Bencana Alam

Antisipasi Bencana, Babinsa Koramil 08/Adipala Ikuti Sosialisasi Pemantauan dan Penyebarluasan Informasi Potensi Bencana Alam


PELITA24.COM | Cilacap – Dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana, Babinsa Serda Agus. HP mewakili Komandan Koramil 08/Adipala mengikuti kegiatan sosialisasi pemantauan dan penyebarluasan informasi potensi bencana alam yang digelar BPBD Kabupaten Cilacap bertempat di Aula Desa Wlahar, Kecamatan Adipala, Rabu (03/6).


Kenapa desa Wlahar yang dipilih menjadi lokasi kegiatan sosialisasi, itu bukan tanpa alasan, seperti diketahui dari data peta bencana BPBD Kabupaten Cilacap bahwa desa Wlahar masuk dalam daftar daerah rawan bencana alam terutama gempa tsunami. Itu yang disampaikan Firman Daryadi selaku Ketua Tim Sosialisasi dari BPBD Cilacap.


Menurutnya secara umum wilayah Kabupaten Cilacap merupakan daerah yang berpotensi bencana alam sehingga bisa dikatakan supermaketnya bencana atau laboratorium bencana. Hal ini dikarenakan secara geografis Kabupaten Cilacap berada diatas lempeng Indo Asia Australia yang sangat rentan terjadi gempa dan tsunami, katanya.


Tak hanya itu bencana lain juga mengancam di seluruh wilayah Kabupaten Cilacap seperti halnya Kecamatan Sidareja yang rawan banjir dan kekeringan, Kecamatan Majenang yang rawan bencana angin puting beliung. itu sebuah gambaran bagi kita untuk berupaya bagaimana mengantisipasi terjadinya bencana, sehingga mampu meminimalisir dampaknya, imbuhnya.


Lebih lanjut ia mengatakan upaya kita melalui sosialisasi ini adalah memberikan cara cara melindung diri saat terjadi gempa yaitu melindungi kepala dengan bantal, cari tempat aman, masuk ke kolong meja, jauhi jendela kaca dan lari ke tempat luas / lapangan. Untuk evakuasi lari ke daerah yang tinggi seperti Kantor Kecamatan Adipala atau Masjid Agung Kauman, Terang Firman.


Dalam Kesempatan itu Babinsa Koramil 08/Adipala  mengatakan satu bentuk upaya untuk mengantisipasi bencana alam adalah dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada diwilayah. “Untuk menjaga atau mengurangi korban apabila terjadi bencana,  terutama pada malam hari yaitu dengan menghidupkan atau mengaktifkan kegiatan ronda malam, mengaktifkan lagi kentongan sehingga sewaktu-waktu terjadi bencana akan lebih tanggap dan mampu meminimalisir dampak yang ditimbulkan”, Jelas Serda Agus. P24.003_Urip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *