Dapur Lapangan Forkopimda Bagikan 1000 Nasi Box ke Warga Kedungreja

PELITA24 | Cilacap – Dapur Lapangan Forkopimda Kabupaten Cilacap yang didalamanya terdiri dari aparat gabungan dari TNI-Polri dan Pemda setempat terus menggelar kegiatan sosial secara mobile (Berpindah-pindah) dari kecamatan satu ke kecamatan lain. Setelah sebelumnya hadir di Kecamatan Kawunganten, kini Dapur Lapangan tersebut hadir kembali di Kecamatan Kedungreja.

Terlihat anggota gabungan dari berbagai lintas sektoral mulai dari Koramil 12 Kedungreja, Polsek Kedungreja,
Forkopincam Kecamatan Kedungreja, anggota oramas Banser, Pemuda Pancasila, Ibu- ibu PKK dan juga Pramuka bergotong royong untuk menyiapkan makanan siap saji bertempat di Aula Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Senin (12/6).

Dalam kesempatan itu Danramil 12 Kedungreja Kapten Inf Tasino mengatakan dapur lapangan Forkopimda merupakan sinergitas antar komponen bangsa yang ada di Kabupaten Cilacap khususnya Kecamatan Kedungreja, yang menjadi satu bentuk kebersamaan dalam membantu kesulitan warga sekitar terutama yang terdampak pandemi Covid-19.

“Melalui Dapur Forkopimda ini kita bersatu, untuk bergotong royong sebagai wujud kepedulian kita bersama, barang kali apa yang kita berikan belum bisa memuaskan masyarakat, namun nilai dari kepedulian ini akan menjadi contoh bagi semua kalangan untuk ambil bagian dalam membantu kesulitan warga di tengah pandemi saat ini,” katanya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan sebanyak 1000 nasi box sudah kita siapkan, rencananya hari ini juga kita distribusikan ke beberapa wilayah yang benar-benar membutuhkan bantuan.

“Selain kita salurkan bantuan makanan ke warga terdampak Covid-19, nasi box juga kita salurkan ke beberapa fasilitas pendidikan diantaranya Pondok Pesantren El Firdaus Desa Tambaksari dan Ponpes Asaiyidiyah Desa Ciklapa. Karenakita tahu mereka sangat membutuhkan perhatian dan uluran tangan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Danramil juga menghimbau warga sekitar agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Menurutnya dengan mulai diberlakukanya tatanan hidup baru atau new normal bukan berarti kembali seperti hidup normal, tetapi kembali pada pola hidup yang sehat.

“Kami himbau warga agar tetap memakai masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan memakai sabun serta budayakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Hal ini penting sebagai upaya kita untuk memutus penyebaran Covid-19 sehingga pandemi ini dapat segera berakhir,” ujar Danramil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *