Danramil 01/Jepara Hadiri Rapat Persiapan Pesta Lomban dan Festival Kupat Lepet Kabupaten Jepara

Danramil 01/Jepara Hadiri Rapat Persiapan Pesta Lomban dan Festival Kupat Lepet Kabupaten Jepara


PELITA24.COM | Jepara – Pesta Lomban atau dikenal juga dengan nama oleh masyarakat sebagai bakda kupat dan bakda lomban adalah pesta masyarakat nelayan di wilayah Kabupaten Jepara dalam bentuk sedekah laut. 


Dalam mempersiapkan pesta lomban, Danramil 01/Jepara Kapten Chb Edi Susanto yang di dampingi Babinsa Bulu Serda Suparjan menghadiri Rapat persiapan pelaksanaan Pesta Lomban dan Festival Kupat Lepet di RM Pondok Bambu Kelurahan Bulu Rt 03/02 Jepara, kemarin. (02/05).


Hadir dalam rapat tersebut, Kabid Sejarah dan Budaya Kabupaten Jepara Agustus Nur Slamet, Kadishub Jepara, Camat Jepara, Kapolsek Jepara AKP IG Mahendra, Danton Kompi Air Kapten Cba Rohmadi, Anggota Lanal Pos Jepara, Lurah Bulu dan Lurah Ujung Batu serta tamu undangan lainnya.


Dari rapat tersebut, pesta lomban akan di laksanakan pada tanggal 7 syawal atau 1 minggu setelah Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, dari tanggal 11 sampai dengan 12 Juni 2019.


Sedangkan untuk urutan kegiatan acara, di mulai tanggal 11 Juni, Pukul 06.00 WIB Arak kerbau dari Kelurahan Ujung Batu menuju di tempat penyembelihan. Pukul 15.30 WIB ziarah di malam Cik Lanang Kelurahan Bulu. Pukul 19.30 WIB ziarah di makam Mbah Ronggo Kelurahan Ujung Batu. Pukul 21.30 WIB Pagelaran wayang kulit semalam suntuk di TPI Kelurahan Ujungbatu. Tanggal 12 Juni, Pukul 07.00 WIB, pelaksanaan upacara Larungan kepala kerbau di TPI Kelurahan Ujungbatu dan Perayaan Festival kupat lepet di Wisata Pantai Kartini Bulu Jepara.

Danramil 01/Jepara, saat di temui seusai rapat menuturkan, bahwa di dalam tradisi pesta lomban ini, mengandung nilai-nilai edukatif (pendidikan). Masyarakat harus dapat melestarikan budaya atau menjaga tradisi ini agar tidak punah, sehingga nilai-nilai pendidikan yang terdapat di dalamnya dapat disosialisakan. “Nilai edukatif yang terkandung, yaitu nilai ketuhanan, nilai silaturahmi, kekeluargaan, nilai kegotong-royongan, nilai rekreasi, dan menjaga keseimbangan dengan alam. Jadi mari kita bersama-sama lestarikan dan jaga tradisi ini, agar tidak punah di kemudian hari”, jelas Danramil.  P.24-007_Afid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *