Binter, Batuud Ramil 01/Jepara Hadiri Pengajian Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

Binter, Batuud Ramil 01/Jepara Hadiri Pengajian Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW


PELITA24.COM | Jepara – Dalam rangka pembinaan wilayah, Satuan Komando Kewilayahan harus melaksanakan pembinaan teritorial melalui komunikasi sosial dengan seluruh elemen masyarakat yang ada di wilayah binaan.

Seperti tadi malam, Danramil 01/Jepara yang di wakili oleh Batuud Peltu M Iskan di dampingi Babinsa Kelurahan Saripan Peltu (K) Candra Yulia K menghadiri pengajian umum di Musholla Asy-Syarif Kelurahan Saripan Jepara, (01/04/2019).
Acara yang di ikuti sekitar 250 orang jamaah tersebut, dalam rangka menyambut Isro’ Mi’roj dan Ruwahan massal, dengan pembicara KH Abdul Majid Al Hafidz dan di hadiri juga oleh Lurah Saripan Heru Sasotya Virgiantoro beserta perangkatnya.
Dalam sambutannya, Heru Sasotya Virgiantoro menyampaikan bahwa dengan adanya Musholla Asy-Syarif yang kondisinya sudah bagus dan nyaman diharapkan warga masyarakat yang beribadah akan semakin banyak.
Heru juga menambahkan tentang kondisi Sungai Kaliwiso yang sudah mulai dibersihkan dan dibenahi, hendaknya seluruh warga Kelurahan Saripan ikut serta menjaga kebersihan dan keindahannya. “Diantaranya dengan menjaga jarak antara pinggir sungai dengan bangunan warga minimal 3 meter”, imbuhnya.
Sementara KH Abdul Majid Al Hafidz dari, dalam mauidhoh hasanahnya menyampaikan tentang sejarah Nabi Muhammad SAW di perintahkan oleh Allah SWT untuk Isro’ dan Mi’roj. Atas cobaan yang teramat berat dan bertubi-tubi ini, maka Allah SWT memberikan ”sepaket perjalanan rekreasi” untuk menyegarkan kembali ghirroh (semangat) perjuangannya dalam menegakkan misi Tauhid di Bumi.
“Dalam Isra’ Mi’raj inilah Rasullullah mendapatkan wahyu untuk melaksanakan Sholat”, kata pengasuh Ponpes Al Buruq Ngasem Ngabul tersebut.
Abdul Majid menambahkan menjelang bulan Ramadhan,Tradisi Ruwahan sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia, yakni untuk mendoakan para leluhur dan berbagi sedekah dengan orang-orang sekitar. Ruwahan diadakan saat pertengahan bulan Ruwah, atau bulan kedelapan kalender Jawa, yang bertepatan dengan Sya’ban. Bisanya, ruwahan ditandai dengan kegiatan ziarah kubur dan makan besar bersama kerabat, jelasnya. P.24-007_Afid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *