Babinsa Sertu Slamet Riyadi Motivasi Usaha Garam Yodium Milik Warga Binaan

Babinsa Sertu Slamet Riyadi Motivasi Usaha Garam Yodium Milik Warga Binaan


PELITA24.COM | Cilacap – Untuk memotivasi berbagai usaha masyarakat binaan, Babinsa Desa Danasri Kidul, Koramil 05/Nusawungu, Kodim 0703/Cilacap, Sertu Slamet Riyadi mengunjungi salah satu usaha rumahan garam yodium milik warga binaan di Desa Danasri Kidul, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Minggu (31/03).


Sebagai aparat kewilayahan yang memiliki peran dan fungsi pembinaan masyarakat, Babinsa Desa Danasri Kidul, Sertu Slamet Riyadi secara rutin melaksanakan komunikasi sosial dengan warga binaanya. Hal ini dilakukan untuk mengetahui berbagai kendala dan kesulitan yang mungkin terjadi di tengah masyarakat. 


Seperti halnya saat ia mengunjungi Home industri (usaha rumahan) garam beryodium milik Saroji tepatnyadi RT.04/ RW.05, Desa Danasri Kidul. Kedatanganya mampu memotivasi dan membangkitkan semangat warga dalam membangun usaha. 


Sertu Slamet Riyadi mengatakan usaha seperti ini sangat baik dan perlu di tingkatkan produksinya, mengingat letak wilayahnya dekat pesisir dengan cuaca yang cukup terik, selain itu produktifitas garam yodium cukup menjanjikan di pasaran sehingga mampu menambah pendapatan keluarga, disamping usaha lain sebagai seorang petani.


Menurutnya dengan meningkatnya gairah usaha di Desa Danasri akan meningkatkan taraf hidup masyarakat yang berdampak semakin baiknya perekonomian, dan meningkatnya kondusifitas wilayah. “Kami selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak baik Pemdes  dan pelaku usaha lain untuk mengatasi berbagai kendala dan mendorong produktifitas usaha warga”, terang Sertu Slamet.


Ditemui di rumahnya, Saroji menyambut baik kedatangan babinsa, sembari menjelaskan dengan rinci usaha yang digelutinya itu. Ia mengatakan “garam produksi kami di pasarkan di sekitar wilayah Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Banyumas. Usaha garam ini dapat menyerap tenaga kerja kurang lebih lima belasan orang, di antaranya lima orang laki laki dan sepuluh tenaga perempuan”, jelasnya.


Usaha ini masih mendatangkan bahan baku dari kabupaten lain seperti dari Jepara dan Pati yang masih berbentuk karungan baru di sini diolah kembali menjadi kemasan kecil melalui proses cetak dan di masukan dalam ruangan untuk di oven supaya keras dan baru di masukan plastik dan di kemas, papar Saroji. P.003_Urip

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *